Pages

Kamis, 29 Desember 2011

25 Desember Bukan Natal Yesus, tapi Natal Dewa Kafir

Bagi umat Kristen, Natal 25 Desember adalah hari besar yang dirayakan dengan sepenuh suka cita dan kemeriahan. Hari ini diyakini sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ). Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus sebagai tuhan dan juru selamat. Dengan kata lain, perayaan Natal bagi umat kristiani adalah memperingati hari ulang tahun kelahiran tuhan.
Mengapa mereka merayakan hari ulang tahun kelahiran Yesus tanggal 25 Desember? Apakah Yesus benar-benar lahir tanggal 25 Desember?

Sebenarnya, semua teolog Kristen sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, para teologi berselisih pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.

Menpora Terima PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah

Menpora  
Andi Mallarangeng di ruang kerjanya menerima Pengurus Pusat Ikatan 
Pelajar Muhammadiyah, Kamis (22/12) siang. (foto: tyo/kemenpora.go.id)

Jakarta: Hari Kamis (22/12) siang Menpora  Andi Mallarangeng di ruang kerjanya menerima Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Langsung dipimpin Ketua Umum PP-IPM Slamet Nur Ahmad, pertemuan berlangsung hangat dengan  membicarakan banyak hal, mulai dari prestasi olahraga Indonesia dalam ASEAN Paragames VI di Solo hingga mencari solusi persoalan tawuran di kalangan mahasiswa Indonesia.
Pengurus lainnya Dzulfikar (Sekjend), Sedek Rahman (Ketua Hubungan Luar Negeri), Nasrullah M Nur (Ketua Advokasi), Dadik Eka (Ketua Pengkaderan) dan Afif Rosadiansyah (Sekjend Advokasi). Dalam pertemuan itu, Slamet juga menyampaikan terima kasih karena  IPM  dinobatkan Kemenpora sebagai OKP terbaik se-Indonesia tahun 2011 pada bulan lalu, Sabtu (19/11).

Memaafkan Seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam



Ini adalah kisah teladan bagi umat manusia. Ini adalah kisah dari seorang manusia yang mulia. Seseorang yang begitu dikasihi oleh para makhluk penghuni langit dan seisi dunia. Dialah kekasih Allah, Rasulullah Sallallahu Alaihi wassalam, yang namanya akan terus abadi dan terukir dihati para pengikut beliau, bahkan sampai di akhir jaman. Ini adalah kisah dari seorang manusia yang mulia, yang berakhlak mulia, dan yang akan selalu di muliakan.
Sebuah kisah berawal di sudut pasar Madinah Al-Munawarah. Disana hiduplah seorang seorang pengemis Yahudi buta, yang hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Sikapi Natal dengan Dakwah & Toleransi, Bukan dengan Faham Pluralisme



Oleh: Herman anasAlumnus Pondok Pesantren Annuqayah guluk-guluk Sumenep
Perayaan Natal sungguh wah dan gemerlap, dengan pohon-pohon cemara digantungkan hiasan-hiasan, kerlap-kerlip lampu dan hadiah-hadiah di dalamnya. Malamnya, tepat pukul 24.00 dilakukan misa (kebaktian). Rumah, toko, plasa, gedung, dan kantor penuh dengan hiasan cemara. Acara-acara televisi marak oleh nuansa Natal. Instansi-instansi pun  juga tidak ketinggalan untuk turut merayakannya.
Begitu semaraknya perayaan tersebut seolah membawa kesan: Pertama, perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua, seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani, padahal secara statistik, jumlah mereka tidak lebih dari 15%. Ketiga, sebagai simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau yang “menyambut” perayaan Natal.

Download Persyaratan Tuan Rumah Muktamar IPM ke XVIII

Download Persyaratan Tuan Rumah Muktamar IPM ke XVIII
Cari melalui 4Shared dengan kata kunci: Tuan Rumah Muktamar
http://www.4shared.com/document/kV5Wf17d/Tuan_Rumah_Muktamar.htm

Penjaringan Naskah Menjadi Pejuang Jilid 2. Ayo Segera Kirimkan Cerita Terbaikmu

Yogyakarta - Sehubungan dengan akan diterbitkannya kembali buku yang berjudul “Menjadi Pejuang” jilid 2, maka kami dari Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PIP PP IPM) akan melakukan lagi penjaringan naskah/tulisan “Kisah Inspiratif Aktivis IPM” . Sebelumnya kami sudah pernah melakukan penjaringan naskah/tulisan. Dari beberapa naskah yang masuk, yang lolos seleksi dan layak terbit sebanyak 15 naskah. Kami masih membutuhkan tambahan naskah/tulisan lagi dan selanjutnya akan kami muat dalam buku Menjadi Pejuang jilid 2. Oleh karena itu, kami memberi kesempatan terakhir kepada Ipmawan/wati se-Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan ini.

Kami berharap Pimpinan Wilayah se-Indonesia dapat menyebarluaskan informasi ini ke Pimpinan Daerah, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Rantingnya masing-masing. Adapun penjelasan lebih detailnya, sebagai berikut:

Kyai Dahlan, Gandhi dan Weapons of the Weak

David Efendi


Tulisan ini bagian dari seri ‘kemenangan kecil’ yang ketiga. Beberapa hari ini saya melototi banyak buku dan jurnal international tentang kemiskinan, pemiskinan. Saya ‘dipaksa’ membaca ini karena saya megambil kuliah public policy selain itu saya dipaksa oleh diri sendiri sebab kemiskinan itu terasa dekat dengan diri saya dan komunitas atau bangsa dimana saying tinggal dan mengatakan sebagai tanah airku, sebagai bangsaku yang diproklamirkan sebagai rasa nasionalisme. Rasa mencintai dan memiliki itulah yang menggerakkan jiwa ragaku sampai belajar jauh di tengah samudra pasifik ini. Meski banyak orang mengatakan rasa kebangsaan hanya ilusi (’imagined community‘-Ben Anderson), fatamorgana dan meaningless di zaman internet yang menerebas sekat-sekat geografi tapi bagi saya (masih percaya) bahwa nasionalisme adalah nilai-nilai utama untuk membangun